Urat miskin, tulang melarat

Hampir dipastikan mereka yang cenderung menggunakan KATA-KATA NEGATIF dan MENYALAHKAN
adalah orang-orang yang KURANG SUKSES. Sedangkan orang-orang yang lebih SUKSES cenderung
menggunakan KATA-KATA YANG LEBIH POSITIF, MEMBANGKITKAN SEMANGAT dan akan MENGAMBIL
TINDAKAN POSITIF.

“Bu, saya sudah pasti tidak mungkin kaya, karena memang saya dilahirkan dengan urat miskin dan
tulang melarat. Jadi apapun yang saya lakukan, hasilnya akan sama saja dan rasanya tidak mungkin saya
keluar dari kemiskinan ini,” ujar seorang bapak.

Wah, saya sangat terkejut mendengar kalimat itu. Saya perhatikan bapak yang berdiri dihadapan saya
ini. Tubuhnya berperawakan sedang, wajahnya suram dan sorot matanya menunjukkan kepasrahan.
Kemudian saya bertanya “Apakah bapak pernah memiliki keinginan untuk keluar dari kemiskinan?”
“Ya pasti donk, bu. Tapi kan tidak mungkin, bu.

Advertisement

Dari kecil, orang tua saya juga mengatakan bahwa orangorang
kecil seperti kita ini pasti akan selalu miskin. Bahkan banyak yang malah menjadi semakin miskin.
Sedangkan orang-orang kaya itu semakin kaya,” katanya membela diri.

Semenjak saya menjadi seorang Business Success Coach dan menjadi Trainer, saya menjadi orang yang
sering memperhatikan kalimat-kalimat dan pemilihan kata-kata yang digunakan oleh orang-orang yang
saya ajak bicara.
Sehingga saya sedikit banyak sudah dapat memperkirakan akan seberapa mudah saya membimbing
mereka, apabila dibutuhkan.

Coba kita perhatikan: Apabila seseorang sudah mengatakan bahwa sekeras apapun mereka berusaha,
kemudian hasilnya sama saja, menurut Anda, apakah mereka akan berusaha lebih keras? Apakah
mereka akan mempelajari sesuatu atau mencoba sesuatu dengan cara lain apabila yang pertama
hasilnya kurang baik? Benar sekali. Pasti jawaban nya adalah TIDAK.

BACA JUGA :  Kegagalan Adalah Sahabat Terbaik Yang Pernah Ada

Mari kita simak cerita ini. Ada 2 orang, sebut saja mereka sebagai A dan B. Mereka bekerja di sebuah
perusahaan yang sama selama 2 tahun dan selalu pergi dan pulang kantor bersama-sama. Suatu hari
perusahaan membuat keputusan yang membuat semua karyawan terkejut, karena perusahaan
mengalami kerugian selama beberapa bulan, maka perusahaan menutup operasionalnya dan seluruh
karyawan dirumahkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Perusahan memberikan kompensasi
berupa uang pesangon sesuai dengan masa kerja karyawannya.

Setelah kejadian tersebut, A mengalami pukulan berat dan setiap hari meratapi nasibnya, yang
menurutnya sangat buruk. Setiap hari dia mengunjungi teman-temannya yang lain. Mereka
mengeluhkan kejadian tersebut dan selalu menyalahkan perusahaannya karena memberikan pesangon
yang tidak mencukupi. Waktu pun berlalu dan dia belum mendapat pekerjaan baru, sementara uang
pesangon sudah habis dibelanjakan.

Berbeda dengan si B, walaupun dia sedih dan kecewa karena kehilangan pekerjaan, tapi dia melihat sisi
baiknya, dimana dia memiliki sejumlah uang pesangon yang dapat digunakan untuk memulai dan
memiliki bisnis sendiri, impian yang selalu diidam-idamkannya. Bertepatan dengan pameran waralaba
yang diadakan di kotanya, maka diapun mengunjungi pameran waralaba tersebut dan membeli salah
satu merek waralaba di bidang kuliner, yang kebetulan investasi awalnya masih dapat dipenuhi dari
uang pesangonnya.

Dengan hati gembira dan semangat yang tinggi, setiap pagi dia sudah membuka
gerainya dan mulai melakukan berbagai kegiatan pemasaran di kompleks dia berjualan. Karena sangat
menikmati pekerjaan barunya ini, dia melayani pembeli dengan penuh persahabatan, sehingga
pelanggannya senang dengan pelayanan yang diberikan dan kembali datang membeli makanan
ditempatnya dengan mengajak teman-temannya.

Dalam bulan pertama saja usahanya sudah
membuahkan hasil dan berkembang pesat dan dia mengajak si A, temannya untuk bergabung
membantunya agar tidak sedih berkelanjutan. Beberapa bulan kemudian dia membuka gerai dilokasi
berikutnya dan akhirnya bisnisnya terus berkembang menjadi beberapa buah gerai.

BACA JUGA :  Bangkitlah !!!

Kita dapat melihat perbandingan si A dan si B, dimana kedua-duanya mulai dari titik yang sama, tetapi
dengan pola pikir yang berbeda, sikap yang berbeda, keputusan yang berbeda dan tindakan yang
berbeda, maka hasilnya juga akan berbeda.
Hampir dipastikan mereka yang cenderung menggunakan kata-kata negatif dan menyalahkan adalah
orang-orang yang kurang sukses. Sedangkan orang-orang yang lebih sukses cenderung menggunakan
kata-kata yang positif, membangkitkan semangat dan akan mengambil tindakan nyata.

Dunia luar kita adalah cerminan dari dunia didalam diri kita, Apabila kita berpikir bahwa nasib kita sudah
ditentukan sejak kita lahir dan Anda dilahirkan dengan Urat Miskin dan Tulang Melarat, maka saya harus
mengatakan bahwa itu tidak benar. Dengan pola pikir yang tepat, keputusan tepat dan tindakan tepat,
maka setiap orang mampu dan akan dapat mengubah nasibnya sendiri.

Be the first to comment

Silahkan Komentar